SAKA WANABAKTI

SAKA WANABAKTI

Adalah salah satu jenis satuan karya pramuka yang merupakan wadah pembinaan di bidang kehutanan bagi anggota pramuka agar mereka mampu membantu melestarikan sumber daya alam dan lingkungan hidup sesuai dharma baktinya terhadap pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara.
Sejarah saka wanabakti

1. Diawali dengan penandatanganan piagam kerjasama antara kwarnas gerakan pramuka dan departemen kehutanan pada tanggal 27 Oktober 1983 oleh Letnan Jendral Purnawirawan mashudi dengan mentri kehutanan Dr. Sujarwo.
2. Pembentukan wanabakti ditetapkan dengan keputusan kwarnas gerakan pramuka No.134 tahun 1983 tanggal 10 Desember 1983.
3. Tanggal 19 Desember 1983 Pimpinan Saka wanabakti ditetapkan dan dilantik oleh wapres RI, Bpk. Umar wira hadi kusuma pada kesempatan upacara penghijauan di desa Pitpit, karang asem, bali.
Tujuan Saka Wanabakti
Terwujudnya para pemuda-pemudi calon pemimpin masa depan kita yang terampil, penuh inisiatif, dan berperan aktif serta melestarikan hutan untuk di manfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
ARTI BADGE SAKA WANABAKTI
1. Segi lima sama sisi melambangkan falsafah bangsa indonesia yaitu pancasila,
sebagai asas tunggal saka wana bakti.
2. Warna dasar coklat melambangkan tanah yang subur yang berkat usaha penghijauan, reboisasi, konservasi tanah, serta usaha yang dilakukan terus menerus.
3. Pohon berwarna hijau melambangkan kesuburan tanah dan kemakmuran bumi.
4. Pohon dan akar berwarna hitam melambangkan hutan yang produktif sebagai sarana penunjang pembangaunan nasional yang perlu dikelola secara produktif dan lestari.
5. Garis lengkung berwarna biru melambangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air yang sangat penting, mengingat air sebagia salah satu sumber kehidupan yang sangat dibutuhkan.
6. Tunas kelapa bertolak belakang melambangkan kegemilangan generasi pemuda-pemudi yang tergabung dalam saka wanabakti, serta melambangkan satuan terpisah antara Pa dan Pi.
7. Tulisan saka wanabakti melambangkan Satuan Karya itu sendiri.
8. Tulisan saka wanabakti berwarna kuning keemasan melambangkan kejayaan saka wanabakti.

Saka adalah salah satu organisasi kepramukaan yang dinaungi oleh suatu lembaga tertentu yang dilakukan diluar sekolah.
Krida adalah satuan terkecil dalam satuan karya yang memiliki tugas dan fungsi masing-masing.
Macam-macam krida dalam saka wanabakti :
1. Krida Binawana.
SKK dan TKK
a. Konservasi tanah dan air
b. Pembenihan
c. Pembibitan
d. Penanaman dan pemeliharaan
e. Perlebahan
f. Budidaya jamur
g. Pesuteraan alam
2. Krida tatawana.
SKK dan TKK
a. Risalah hutan (Pendataan hutan)
b. Pengukuran dan Pemetaan hutan
c. Penginderaan jauh
3. Krida gunawana
SKK dan TKK
a. Pengenalan jenis pohon
b. Pencacahan pohon
c. Pengukuran kayu
d. Kerajinan hasil hutan
e. Pengolahan hasil hutan
f. Penyulingan minyak atsiri
(minyak atsiri : hasil penyulingan dari bunga cengkih, fungsi : untuk kesehatan,obat, penghangat badan)
4. Krida reksawana
SKK dan TKK
a. Keragaman hayati
b. Konservasi tanaman
c. Perlindungan hutan
d. Konservasi jenis satwa
e. Konservasi jenis tumbuhan
f. Pemanduan
g. Penelusuran gua
h. Pendakian
i. Pengendalian kebakaran hutan
j. Pengamatan satwa
k. Pengendalian perburuan
l. Pembudidayaan tumbuhan
m. Penangkaran satwa

KRIDA BINAWANA
Adalah salah satu krida dari saka wanabati yang melaksanakan kegiatan pembinaan kawasan dan masyarakat yang erhubungan dengan salah satu organisasi fungsional departmen kehutanan dan perkebunan.
A. Konservasi tanah : Upaya untuk memeluhara meningkatkan dan memperbaiki kondisi tanah agar berdaya guna secara optimum.
 Tanah adalah tubuh alam bebas dari hasil pelapukan batuan yang menduduki sebagian besar permukaan bumi, yang fungsinya sebagai habitat tumbuhan, pengatur tata air serta tempat melangsungkan kehidupan makhluk hidup.
 Erosi adalah terangkutya tanah/bagian-bagian tanah dari satu tempat ketempat yang lain oleh media alai terutama air.
 Pembentukan tanah dipengaruhi oleh faktor-faktor yaitu,
a. Iklim d. Topografi
b. Bahan induk e. Waktu
c. Makhluk hidup
B. Pebenihan
a. Pengadaan benih.
Adalah proses kegiatan mulai pengumpulan benih, extrasi benih, pengujian termasuk seleksi dan penyimpanan benih.
b. Extrasi benih.
Adalah proses pemisahan biji dari buah
c. Pemurnian benih.
Adalah proses memisahkan benih dari benda ikatan kotoran/benih yang tidak diinginkan.
d. Seleksi benih.
Adalah proses memisahkan benih yang berkualitas baik dari populasi benih yang telah dibrsihkan dari kotoran (Pemurnian benih).
Maksud dan tujuan
Maksud dari pengadaan benih adalah menyediakan benih yang bermutu baik dalam jumlah yang cukup sesuai dengan kebutuhan setiap tahun dan tepat waktu.
Dan tujuan dari pengadaan benih adalah untuk menunjang kelancaran pengadaan bibit yang bermutu baik dalam jumlah yang cukup sesuai dengan kebutuhan setiap tahun dan tepat waktu.
C. Pembibitan
a. Bibit : bahan tanaman yang dapat berupa benih sehat/seedling/anakan baik berupa stek, anakan siap tanam, cangkok maupun anakan cabutan yang dapat ditanam.

D. Penanaman dan Pemeliharaan.
1. Penghijauan
Adalah upaya memulikan/memperbaiki kembali lahan kritis diluar kawasan hutan. Melalui kegiatan tanam menanam agar dapat berfungsi sebagai media prodiksi dan media pengatur tata air yang baik, serta upaya mempertahankan dan meningkatkan daya guna alam sesuai dengan peruntukannya.
2. Hutan rakyat
Adalah tanaman yang didominasi oleh jenis kayu-kayuan di lahan milik petani diluar kawasan hutan.
3. Kebun rakyat
Adalah areal tanaman yang didominasi oleh jenis tanaman buah-buahan dan/atau tanaman industri di lahan petani diluar kawasan hutan.
4. Reboisasi
Adalah upaya rehabilitasi lahan kritis didalam kawasan hutan melalui penanaman kayu-kayuan termasuk didalamnya pembuatan sarana dan prasarana.
5. Rencana Teknik Reboisasi (RTR)
Adalah rencana jangka pendek/tahunan reboisasi secara detail operasional yang memuat tentang lokasi jenis dan volume kegiatan, jenis tanaman, kebutuhan bibit, pola tanam, sarana dan prasarana, peta serta rancangan untuk setiap jenis kegiatan.
6. Sistem tumpang sari
Adalah sistem pembuatan tanaman kayu-kayuan yang dikombinasikan dengan penanaman tanaman semusim yang dilaksanakan oleh peserta tumpang sari berdasarkan perjanjian kerja selama jangka waktu 1-3 tahun.
7. Tanaman semusim pada kegiatan reboisasi
Adalah tanaman sementara pada kegiatan reboisasi yang perlu diatur sedemikian rupa sehingga tidak megganggu pertumbuhan tanaman pokok ataupun tanaman sela.
8. Tanaman pokok
Adalah tanaman pada kegiatan reboisasi yang diarahkan menjadi tegakkan pokok dikemudian hari.
9. Tanaman jenis MPTS ( Multi Purpose Trees Spesies )
Adalah tanaman bermanfaat ganda, disamping menghasilkan kayu juga menghasilkan hasil hutan non-kayu (hasil hutan) seperti buah, biji, getah, serta mampu memberikan perbaikan lingkungan.
10. Banjar harian
Adalah pembuatan tanaman yang dilakukan dengan upah harian.
11. Pemeliharaan tanaman
Adalah upaya untuk memelihara sejumla tanaman dalam lusan dan kurun waktu tertentu huna mendapatkan tanaman yang berkualitas baik dengan jumlah persatuan yang luas dan cukup serta sesuai dengan standart hasil yang ditentukan.
12. Penyulaman
Adalah upaya penanaman kembali untuk mengganti tanaman pokok yang mati/ diperkirakan tidak mampu tumbuh.
13. Penyiangan
Adalah upaya pembebasan tanaman pokok dan tanaman sela dari jenis pengganggu/ gulma. Antara lain : rumput liar, semak-semak, dan lainnya.
14. Pendangiran
Adalah upaya penggemburan tanah di sekeliling tanaman pokok dengan maksud memperbaiki kondisi fisik tanah.
15. Ilaran api (Sekat bakar)
Adalah jalur untuk mencegah/membatasi kebakaran hutan.
16. Ajir
Adalah pathok yang dibuat dari bambu/kayu untuk menandai jarak tanaman dan setelah penanaman ajir ditancapkan disamping tanaman.
Warna-warna Ajir :
 Warna Biru : Tanaman Pokok
 Warna Putih : Tanaman Sela
 Warna hijau : Tanaman Pagar/Tepi
17. Kontur
Adalah garis yang menghubungkan titik-titik pada ketinggian yang sama.
18. Penjarangan
Adalah tindakan pemeliharaan untuk mengatur ruang tumbuh dengan cara mengurangi kerapatan tegakan dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan pohon dan kualitas batang.
Maksud dan tujuan
Maksud dari penanaman untuk meningkatkan prosuktifitas lahan melalui penanaman kayu-kayuan atau buah-buahan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, sedangakn maksud dari pemeliharaan tanaman agar tanaman muda mampu menjadi pohon dengan pertumbuhan sesuai dengan yang diharapkan.
Tujuan dari penanaman dan pemeliharaan untuk mendapatkan tegakkan/tanaman yang subur dengan luasan dan jenis yang diinginkan dan dapat memberikan hasil yang menguntungkan secara optimal.
E. Perlebahan
Adalah suatu rangkaian kegiatan pemanfaatan lebah dan produk-produknya serta vegetasi penunjang untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat dengan memperhatikan aspek kelestariannya.
F. Budi daya jamur
Cara pemeliharaan jamur :
1. Kondisi ruangan tempat penanaman jamur/kubung/ruangan produksi agar dijaga kelembabannya serta kadar air tetap dalam kondisi optimal dengan melakukan penyiraman dengan cara penyemprotan air bersih. Suhu kelembaban dapat diatur dengan mengatur ventilasi.
2. Penyemprotan air bersih tersebut dilakukan dua kali sehari pagi dan sore sampai lantai basah dihindarkan penyemprotan langsung mengenai badan buah untuk menghindari kematian/busuk.
G. Pesuteraan Alam
Adalah salah satu kegiatan usaha tani dalam rangka upaya meninggalkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan budi daya murbei yang dikombinasikan dengan memelihara ulat sutra dan penanganan.
KRIDA TATAWANA
KRIDA GUNAWANA
Adalah salah satu krida di saka wanabakti yang berkaitan dengan kegiatan pengusahaan hutan baik terkait dengan masalah pemanfaatan, pendayagunaan maupun unsur-unsur kegiatan pendukungnya.
SKK dan TKK KRIDA GUNAWANA
A. Pengenalan jenis pohon.
Pohon adalah tumbuhan berkayu dengan diameter batang minimal 20 cm.

Nama Pohon Nama Latinnya
1. Jati (Tectona grandis)
2. Meranti (Shorea SPP)
3. Damar (Agathis)
4. Pinus (Pinus mercusi)
5. Sengon (Paraserianthes talcataria)
6. Ramin (Gonystillus Bancanus)
7. Rasamala (Altingia excelsa)
8. Durian (Durio zibetnus)
9.
Manfaat bagian-bagian Pohon .
1. Kayu
 Kayu perkakas/alat rumah tangga seperti meja, kursi, dll.
 Bahan bangunan seperti kusen, daun pintu,dll.
 Kerangka kendaraan seperti kapal.
 Kerajinan ukiran dan patung.
2. Daun
 Untuk minyak seperti minyak kayu putih.
3. Buah
 Untuk dikonsumsi seperti durian, cempedak, dll.
4. Getah
 Untuk diambil getahnya seperti pinus, karet, dll.
Sifat-sifat Morfologi pohon.
Morfologi batang.
a. Penampilan pohon
Secara umum pepohonan dihutan memiliki penampilan,
• Batang silindris
• Batang berbuncah
• Batang berlekuk/berbaling, berongga.
b. Penampilan pangkal batang
• Batang mulus
• Batang berbanir
c. Penampilan pepagan luar
• Batang berdamar
• Batang licin
• Batang berlekah
• Batang Bersisik
• Batang Lepas berkotak
• Batang Berpuru
• Batang Bergelang/bergaris melintang
• Batang Berduri
• Batang Mengelupas
• Batang Retak-retak
B. Pencacahan pohon.
Adalah suatu kegiatan untuk mengetahui jumlah (susunan/komposisi) dan sebaran pohon dihutan, secara sederhana pencacahan pohon dapat diartikan sebagai perhitungan terhadap potensi hutan terutama pohon-pohonnya.
Maksud pencacahan pohon
• Untuk mengetahui keadaan penyebaran pohon dalam tegakan yang melipui jumlah dan komposisi sejenisnya serta volume pohon yang akan ditebang.
• Untuk mengetahui jumlah dan jenis pohon inti dan pohon yang dilindungi yang akan dipelihara sampai rotasi berikutnya.
Tujuan pencacahan pohon
• Untuk menyusun rencana karya baik lima tahun maupun tahunan yang meliputi perbalakan dan rencana pembinaan.
C. Pengukuran kayu
Adalah proses penentuan dimensi kau yang meliputi panjang, diameter, bagi kayu bulat ataupun panjang, lebar, maupun tinggi. Bagi kayu-kayu yang sudah dalam bentuk sortimen/kayu olahan dalam rangka penghitungan volume kayu tersebut.
Alat ukur kayu
1. Caliper
2. Garpu pohon
3. Pita diameter
4. Tongkat ukur
Cara penetapan isi kayu bulat
Isi kayu bulat rimba indonesia ditetapkan berdasarkan Rumus “Breton Matrik” yang menghitungkan isi sebenarnya kayu bulat atas dasar silinder imajiner.
Rumus Breton Matrik
I = 0,7854 x d2 x L
10.000
Keterangan :
I : Isi kayu bulat rimba (m3)
d : diameter kayu bulat (cm)
L : Panjang kayu bulat (m)
0,7854 = ¼ x 3,1416
D. Kerajinan hasil hutan.

E. Pengolahan hasil hutan.
F. Penyulingan minyak atsiri.

KRIDA REKSAWANA
Reksawana berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari 2 suku kata yaitu Reksa (menjaga/melindungi) dan Wana (hutan)
Krida Reksawana adalah salah satu krida di Saka Wanabakti yang segala bentuk kegiatannya dalam rangka menjaga dan melindungi hutan.
SKK dan TKK :
1. Keragaman hayati
Diantaranya yang terdapat didaratan,lautan,dan ekosistem akuatik sama komplek. Ekologi yang merupakan bagian dari keaneka ragaman di dalam spesies.
2. Konservasi kawasan
Yaitu suatu upaya perlindungan sistem penyangga, perlindungan, pengawetan, keanekaragaman, jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistem dan pemanfaatan.
Secara lestari sumber daya alam hayati yang dilakukan terhadap kawasan yang memiliki sumber alam hayati dan ekosistemnya.
3. Konservasi jenis satwa
Adalah upaya-upaya yang dilakukan baik dalam perlindungan, pengawetan, pemanfaatan satwa sehingga terhindar dari bahaya kepunahan.
Keputusan Presiden telah No. 4/93 telah menetapkan tumbuhan dan satwa nasional :
1. Komodo sebagai satwa nasional
2. Ikan siluk merah sebagai satwa pesona
3. Elang jawa sebagai satwa langka
4. Melati sebagai puspa bangsa
5. Anggrek bulan sebagai puspa pesona
6. Padma raksasa sebagai puspa langka
4. Konservasi jenis tumbuhan
Adalah upaya untuk mencegah agar tumbuhan terhindar dari kepunahan melalui perlindungan sistem ekologi, kelestarian jenis tumbuhan, pemanfaatan secara lestari.
5. Perlindungan hutan
Kegiatan yang meliputi usaha-usaha prlindungan hutan :
Mencegah dan membatasi kerusakan-kerusakan hutan dan hasil alam yang disebabkan oleh perbuatan manusia dan ternak, kebakaran, gaya-gaya alam, hama, dan penyakit.
6. Pendakian
Persiapan :
1. Persiapan fisik dan mental
2. Rencana rute dan jadwal waktu perjalanan
3. Logistik / perbekalan
4. Pakaian hangat ( kaos kaki, sarung tangan)
5. Peralatan (Ransel, tenda, tali, senter kompas, peta, peralatan masak, alat komunikasi, p3k)
6. Perijinan dan asuransi jiwa
7. Pengorganisasian tugas dan tanggung jawab peserta
8. Biaya dan buku catatan perjalanan
Tujuan :
Mengarahkan anggota pramuka agar memiliki sikap mental berani, tahan uji, memiliki rasa persahabatan dan kebersamaan.
7. Pemanduan
Adalah kegiatan yang dilakukan untuk memberikan penjelasan tentang arti pentingnya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
8. Penulusuran gua
Adalah suatu kegiatan memasuki dan menelusuri lorong-lorong / celah-celah yang berada di bawah permukaan tanah dengan persiapan dan perencanaan yang baik.
9. Pengamatan satwa
Adalah upaya untuk mengetahui jenis satwa, meliputi perilaku, makanan, habitat, populasi.
10. Penangkaran satwa
Adalah upaya menangkal makin berkurangnya berbagai jenis satwa dihabitat alami melalui penelitian dan pengembangan.
11. Pengendalian perburuan
Adalah kegiatan pengaturan perburuan dengan menetapkan jenis jumlah satwa yang akan di buru, musim berburu, serta lokasi beburu.
12. Pembudidayaan tumbuhan
Adalah kegiatan yang berhubungan dengan pemanfaatan dan pengembangan pembudidayaan tumuhan liar.
13. Pencegahan kebakaran hutan
Adalah semua usaha penegahan, pemadaman kebakaran hutan dan penyelamatan akibat kebakaran hutan dan lahan.

PENGERTIAN DAN MACAM SATUAN KARYA PRAMUKA (SAKA)

ff kkSatuan Karya Pramuka ( SAKA ) adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan dan pengalaman Pramuka dalam bidang kejuruan serta memotivasi mereka untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga dapat memberi bekal bagi kehidupannya, serta bekal pengabdiannya kepada masyarakat , bangsa dan negara, sesuai dengan aspirasi pemuda indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan dalam rangka peningkatan ketahanan nasional.

Ada 8 Satuan Karya Pramuka ( SAKA ) yang ada dalam Gerakan Pramuka, yaitu :

1.Saka Bahari; Bidang Kelautan.

2.Saka Bakti Husada; Bidang Kesehatan.

3.Saka Bhayangkara; Bidang Kepolisian.

4.Saka Dirgantara; Bidang Keudaraan.

5.Saka Kencana; Bidang Kependudukan.

6.Saka Taruna Bumi; Bidang Pertanian.

7.Saka Wana Bakti. Bidang Kehutanan.

8.Saka Wirakartika. Bidang TNI AD

Pembina Satuan Karya Pramuka disebut PAMONG SAKA. Setiap Satuan Karya mempunyai satuan – satuan yang lebih kecil yang disebut KRIDA. Pamong Saka, tidak harus Gerakan Pramuka, tetapi setiap anggota masyarakat yang dianggap mampu dan ahli dalam bidang-bidang SAKA, misal guru, dokter, polisi, tentara, pelaut, penyuluh KB, polisi hutan,dsb. Orang – orang tersebut dapat disebut Instruktur Saka.

BAHASA PEMROGRAMAN (PROGRAMMING LANGUAGE)

Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer atau bahasa pemrograman komputer, adalah instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

Menurut tingkat kedekatannya dengan mesin komputer, bahasa pemrograman terdiri dari:

Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110
Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan (bah.Inggris Assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya [kode_mesin|MOV], SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.
Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik, contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||, dsb.
Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for, while, and, or, dsb. Komputer dapat mengerti bahasa manusia itu diperlukan program compiler atau interpreter.
Sebagian besar bahasa pemrograman digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Tinggi, hanya bahasa C yang digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Menengah dan Assembly yang merupakan Bahasa Tingkat Rendah.

Daftar isi  [sembunyikan]
1 Tingkatan Bahasa Pemrograman
1.1 Bahasa Tingkat Tinggi
1.2 Bahasa Tingkat Menengah
1.3 Bahasa Tingkat Rendah
2 Proses Pembuatan Program
2.1 Kompilasi (Compilation)
2.2 Kompilasi Sekaligus Interpretasi
3 Daftar Bahasa Pemrograman
4 Lihat juga
5 Daftar Pustaka
6 Pranala Luar
Tingkatan Bahasa Pemrograman[sunting | sunting sumber]
Bahasa Tingkat Tinggi[sunting | sunting sumber]
Bahasa pemrograman masuk tingkat ini karena bahasa tersebut mendekati bahasa manusia. Contohnya bahasa Basic, Visual Basic, Pascal, Java dan lainnya.

Bahasa Tingkat Menengah[sunting | sunting sumber]
Disebut tingkat menengah karena bisa masuk ke dalam bahasa tingkat tinggi maupun rendah. Contohnya bahasa C.

Bahasa Tingkat Rendah[sunting | sunting sumber]
Bahasa pemrograman masuk tingkat ini karena bahasanya masih jauh dari bahasa manusia. Contohnya bahasa Assembly.

Proses Pembuatan Program[sunting | sunting sumber]
Proses pembuatan program yaitu kita menulis kode sumber pada teks editor misalnya notepad kemudian mengubahnya menjadi bahasa mesin yang bisa dieksekusi oleh CPU. Proses pengubahan kode sumber (source code) menjadi bahasa mesin (machine language) ini terdiri dari dua macam yaitu kompilasi dan interpretasi.

Kompilasi (Compilation)[sunting | sunting sumber]
Dalam proses kompilasi semua kode sumber dibaca terlebih dahulu dan jika tidak ada kesalahan dalam menulis program maka akan dibentuk kode mesinnya sehingga program bisa dijalankan. Program yang melakukan tugas ini disebut Compiler. Program hasil kompilasi akan berbentuk executable. Program bisa langsung dijalankan tanpa harus memiliki Compiler di komputer yang menjalankan program tersebut. Bahasa yang menggunakan teknik kompilasi misalnya bahasa C, C++, Pascal, Assembly dan masih banyak lagi.

–222.165.199.78 7 September 2014 06.15 (UTC)’ggggTeks miring=== Interpretasi'[1] (Interpretation) === Bahasa yang menggunakan teknik interpretasi akan membaca kode sumber perbaris dan dieksekusi perbaris. Jika ditemukan kesalahan dalam penulisan program maka di baris kesalahan itulah program akan dihentikan. Program yang melakukan tugas ini disebut Interpreter. Pada teknik interpretasi tidak ada akan dihasilkan program standalone, artinya untuk menjalankan program kita harus mempunyai kode sumbernya sekaligus interpreter program tersebut. Bahasa yang menggunakan teknik interpretasi misalnya bahasa Perl, Python, Ruby dan masih banyak lagi.

Kompilasi Sekaligus Interpretasi[sunting | sunting sumber]
Ada juga bahasa pemrograman yang menghasilkan programnya dengan teknik kompilasi sekaligus interpretasi. Misalnya bahasa java. Dalam pembuatan program java kode sumber diubah menjadi bytecode. Meskipun nampak seperti bahasa mesin namun ini bukanlah bahasa mesin dan tidak executable. Untuk menjalankan bytecode tersebut kita membutuhkan Java Runtime Environment (JRE) yang bertugas sebagai interpreter sehingga menghasilkan program dari bytecode tersebut.

Meskipun setiap bahasa pemrograman dibuat untuk membuat program namun setiap bahasa dibuat dengan tujuan dan fungsi yang berbeda-beda. Misalnya untuk membuat driver hardware kita tidak bisa menggunakan bahasa Visual Basic. Untuk membuat program berbasis sistem seperti driver kita bisa gunakan bahasa C atau Assembly. Contohnya sistem operasi linux yang open source. Jika anda melihat kode sumbernya anda akan menemukan bahwa linux dibuat menggunakan bahasa C. Sedangkan untuk pemrograman desktop kita bisa menggunakan Visual Basic. Bahasa tersebut dirancang oleh Microsoft untuk pemrograman desktop dengan tampilan GUI yang memukau.

Daftar Bahasa Pemrograman[sunting | sunting sumber]
Berikut ini adalah daftar bahasa pemrograman komputer:[2]

Aro
Ada
ALGOL
Applescript
Assembly
BASIC:
ASP
BASIC
COMAL
Visual Basic
Visual Basic for Applications
VBScript
BAIK
Batch (MS-DOS)
COBOL
UNIX shell script:
Bourne shell (sh) script
Bourne-Again shell (bash) script
Korn shell (ksh) script
C shell (csh) script ™
C:™
C++™
C#™
Visual C++
ColdFusion
dBase dkk.:
Clipper
Foxbase
Visual FoxPro
Eiffel
Fortran
Go
Haskell
Java
JavaScript
JSP
Lisp
Logo
Pascal
Delphi
Perl
Prolog
Python
PHP
Pike
R
REXX
REBOL
RPG
Ruby
Simula
Smalltalk
Scheme
SQL

Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer atau bahasa pemrograman komputer, adalah instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

Menurut tingkat kedekatannya dengan mesin komputer, bahasa pemrograman terdiri dari:

Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110
Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan (bah.Inggris Assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya [kode_mesin|MOV], SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.
Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik, contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||, dsb.
Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for, while, and, or, dsb. Komputer dapat mengerti bahasa manusia itu diperlukan program compiler atau interpreter.
Sebagian besar bahasa pemrograman digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Tinggi, hanya bahasa C yang digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Menengah dan Assembly yang merupakan Bahasa Tingkat Rendah.

Daftar isi  [sembunyikan]
1 Tingkatan Bahasa Pemrograman
1.1 Bahasa Tingkat Tinggi
1.2 Bahasa Tingkat Menengah
1.3 Bahasa Tingkat Rendah
2 Proses Pembuatan Program
2.1 Kompilasi (Compilation)
2.2 Kompilasi Sekaligus Interpretasi
3 Daftar Bahasa Pemrograman
4 Lihat juga
5 Daftar Pustaka
6 Pranala Luar
Tingkatan Bahasa Pemrograman[sunting | sunting sumber]
Bahasa Tingkat Tinggi[sunting | sunting sumber]
Bahasa pemrograman masuk tingkat ini karena bahasa tersebut mendekati bahasa manusia. Contohnya bahasa Basic, Visual Basic, Pascal, Java dan lainnya.

Bahasa Tingkat Menengah[sunting | sunting sumber]
Disebut tingkat menengah karena bisa masuk ke dalam bahasa tingkat tinggi maupun rendah. Contohnya bahasa C.

Bahasa Tingkat Rendah[sunting | sunting sumber]
Bahasa pemrograman masuk tingkat ini karena bahasanya masih jauh dari bahasa manusia. Contohnya bahasa Assembly.

Proses Pembuatan Program[sunting | sunting sumber]
Proses pembuatan program yaitu kita menulis kode sumber pada teks editor misalnya notepad kemudian mengubahnya menjadi bahasa mesin yang bisa dieksekusi oleh CPU. Proses pengubahan kode sumber (source code) menjadi bahasa mesin (machine language) ini terdiri dari dua macam yaitu kompilasi dan interpretasi.

Kompilasi (Compilation)[sunting | sunting sumber]
Dalam proses kompilasi semua kode sumber dibaca terlebih dahulu dan jika tidak ada kesalahan dalam menulis program maka akan dibentuk kode mesinnya sehingga program bisa dijalankan. Program yang melakukan tugas ini disebut Compiler. Program hasil kompilasi akan berbentuk executable. Program bisa langsung dijalankan tanpa harus memiliki Compiler di komputer yang menjalankan program tersebut. Bahasa yang menggunakan teknik kompilasi misalnya bahasa C, C++, Pascal, Assembly dan masih banyak lagi.

–222.165.199.78 7 September 2014 06.15 (UTC)’ggggTeks miring=== Interpretasi'[1] (Interpretation) === Bahasa yang menggunakan teknik interpretasi akan membaca kode sumber perbaris dan dieksekusi perbaris. Jika ditemukan kesalahan dalam penulisan program maka di baris kesalahan itulah program akan dihentikan. Program yang melakukan tugas ini disebut Interpreter. Pada teknik interpretasi tidak ada akan dihasilkan program standalone, artinya untuk menjalankan program kita harus mempunyai kode sumbernya sekaligus interpreter program tersebut. Bahasa yang menggunakan teknik interpretasi misalnya bahasa Perl, Python, Ruby dan masih banyak lagi.

Kompilasi Sekaligus Interpretasi[sunting | sunting sumber]
Ada juga bahasa pemrograman yang menghasilkan programnya dengan teknik kompilasi sekaligus interpretasi. Misalnya bahasa java. Dalam pembuatan program java kode sumber diubah menjadi bytecode. Meskipun nampak seperti bahasa mesin namun ini bukanlah bahasa mesin dan tidak executable. Untuk menjalankan bytecode tersebut kita membutuhkan Java Runtime Environment (JRE) yang bertugas sebagai interpreter sehingga menghasilkan program dari bytecode tersebut.

Meskipun setiap bahasa pemrograman dibuat untuk membuat program namun setiap bahasa dibuat dengan tujuan dan fungsi yang berbeda-beda. Misalnya untuk membuat driver hardware kita tidak bisa menggunakan bahasa Visual Basic. Untuk membuat program berbasis sistem seperti driver kita bisa gunakan bahasa C atau Assembly. Contohnya sistem operasi linux yang open source. Jika anda melihat kode sumbernya anda akan menemukan bahwa linux dibuat menggunakan bahasa C. Sedangkan untuk pemrograman desktop kita bisa menggunakan Visual Basic. Bahasa tersebut dirancang oleh Microsoft untuk pemrograman desktop dengan tampilan GUI yang memukau.

Daftar Bahasa Pemrograman[sunting | sunting sumber]
Berikut ini adalah daftar bahasa pemrograman komputer:[2]

Aro
Ada
ALGOL
Applescript
Assembly
BASIC:
ASP
BASIC
COMAL
Visual Basic
Visual Basic for Applications
VBScript
BAIK
Batch (MS-DOS)
COBOL
UNIX shell script:
Bourne shell (sh) script
Bourne-Again shell (bash) script
Korn shell (ksh) script
C shell (csh) script ™
C:™
C++™
C#™
Visual C++
ColdFusion
dBase dkk.:
Clipper
Foxbase
Visual FoxPro
Eiffel
Fortran
Go
Haskell
Java
JavaScript
JSP
Lisp
Logo
Pascal
Delphi
Perl
Prolog
Python
PHP
Pike
R
REXX
REBOL
RPG
Ruby
Simula
Smalltalk
Scheme
SQL

Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer atau bahasa pemrograman komputer, adalah instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

Menurut tingkat kedekatannya dengan mesin komputer, bahasa pemrograman terdiri dari:

Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110
Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan (bah.Inggris Assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya [kode_mesin|MOV], SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.
Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik, contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||, dsb.
Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for, while, and, or, dsb. Komputer dapat mengerti bahasa manusia itu diperlukan program compiler atau interpreter.
Sebagian besar bahasa pemrograman digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Tinggi, hanya bahasa C yang digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Menengah dan Assembly yang merupakan Bahasa Tingkat Rendah.

Daftar isi  [sembunyikan]
1 Tingkatan Bahasa Pemrograman
1.1 Bahasa Tingkat Tinggi
1.2 Bahasa Tingkat Menengah
1.3 Bahasa Tingkat Rendah
2 Proses Pembuatan Program
2.1 Kompilasi (Compilation)
2.2 Kompilasi Sekaligus Interpretasi
3 Daftar Bahasa Pemrograman
4 Lihat juga
5 Daftar Pustaka
6 Pranala Luar
Tingkatan Bahasa Pemrograman[sunting | sunting sumber]
Bahasa Tingkat Tinggi[sunting | sunting sumber]
Bahasa pemrograman masuk tingkat ini karena bahasa tersebut mendekati bahasa manusia. Contohnya bahasa Basic, Visual Basic, Pascal, Java dan lainnya.

Bahasa Tingkat Menengah[sunting | sunting sumber]
Disebut tingkat menengah karena bisa masuk ke dalam bahasa tingkat tinggi maupun rendah. Contohnya bahasa C.

Bahasa Tingkat Rendah[sunting | sunting sumber]
Bahasa pemrograman masuk tingkat ini karena bahasanya masih jauh dari bahasa manusia. Contohnya bahasa Assembly.

Proses Pembuatan Program[sunting | sunting sumber]
Proses pembuatan program yaitu kita menulis kode sumber pada teks editor misalnya notepad kemudian mengubahnya menjadi bahasa mesin yang bisa dieksekusi oleh CPU. Proses pengubahan kode sumber (source code) menjadi bahasa mesin (machine language) ini terdiri dari dua macam yaitu kompilasi dan interpretasi.

Kompilasi (Compilation)[sunting | sunting sumber]
Dalam proses kompilasi semua kode sumber dibaca terlebih dahulu dan jika tidak ada kesalahan dalam menulis program maka akan dibentuk kode mesinnya sehingga program bisa dijalankan. Program yang melakukan tugas ini disebut Compiler. Program hasil kompilasi akan berbentuk executable. Program bisa langsung dijalankan tanpa harus memiliki Compiler di komputer yang menjalankan program tersebut. Bahasa yang menggunakan teknik kompilasi misalnya bahasa C, C++, Pascal, Assembly dan masih banyak lagi.

–222.165.199.78 7 September 2014 06.15 (UTC)’ggggTeks miring=== Interpretasi'[1] (Interpretation) === Bahasa yang menggunakan teknik interpretasi akan membaca kode sumber perbaris dan dieksekusi perbaris. Jika ditemukan kesalahan dalam penulisan program maka di baris kesalahan itulah program akan dihentikan. Program yang melakukan tugas ini disebut Interpreter. Pada teknik interpretasi tidak ada akan dihasilkan program standalone, artinya untuk menjalankan program kita harus mempunyai kode sumbernya sekaligus interpreter program tersebut. Bahasa yang menggunakan teknik interpretasi misalnya bahasa Perl, Python, Ruby dan masih banyak lagi.

Kompilasi Sekaligus Interpretasi[sunting | sunting sumber]
Ada juga bahasa pemrograman yang menghasilkan programnya dengan teknik kompilasi sekaligus interpretasi. Misalnya bahasa java. Dalam pembuatan program java kode sumber diubah menjadi bytecode. Meskipun nampak seperti bahasa mesin namun ini bukanlah bahasa mesin dan tidak executable. Untuk menjalankan bytecode tersebut kita membutuhkan Java Runtime Environment (JRE) yang bertugas sebagai interpreter sehingga menghasilkan program dari bytecode tersebut.

Meskipun setiap bahasa pemrograman dibuat untuk membuat program namun setiap bahasa dibuat dengan tujuan dan fungsi yang berbeda-beda. Misalnya untuk membuat driver hardware kita tidak bisa menggunakan bahasa Visual Basic. Untuk membuat program berbasis sistem seperti driver kita bisa gunakan bahasa C atau Assembly. Contohnya sistem operasi linux yang open source. Jika anda melihat kode sumbernya anda akan menemukan bahwa linux dibuat menggunakan bahasa C. Sedangkan untuk pemrograman desktop kita bisa menggunakan Visual Basic. Bahasa tersebut dirancang oleh Microsoft untuk pemrograman desktop dengan tampilan GUI yang memukau.

Daftar Bahasa Pemrograman[sunting | sunting sumber]
Berikut ini adalah daftar bahasa pemrograman komputer:[2]

Aro
Ada
ALGOL
Applescript
Assembly
BASIC:
ASP
BASIC
COMAL
Visual Basic
Visual Basic for Applications
VBScript
BAIK
Batch (MS-DOS)
COBOL
UNIX shell script:
Bourne shell (sh) script
Bourne-Again shell (bash) script
Korn shell (ksh) script
C shell (csh) script ™
C:™
C++™
C#™
Visual C++
ColdFusion
dBase dkk.:
Clipper
Foxbase
Visual FoxPro
Eiffel
Fortran
Go
Haskell
Java
JavaScript
JSP
Lisp
Logo
Pascal
Delphi
Perl
Prolog
Python
PHP
Pike
R
REXX
REBOL
RPG
Ruby
Simula
Smalltalk
Scheme
SQL

PRAMUKA PENEGAK

Penegak adalah anggota gerakan Pramuka yang sudah memasuki jenjang umur 16 sampai 20 tahun.

Bulleted list item
Daftar isi [sembunyikan]
1 Tingkatan dalam Pramuka Penegak
2 Satuan
3 Kode Kehormatan
4 Kegiatan-kegiatan Penegak
5 Lain-lain
6 Galeri
7 Lihat pula
Tingkatan dalam Pramuka Penegak[sunting | sunting sumber]
Ada beberapa tingkatan dalam Penegak yaitu :

Penegak bantara
Penegak laksana
dimana tingkatan tersebut penegak laksana ialah tingkatan tertinggi dalam Golongan Penegak. Selain itu bagi pramuka penegak yang belum mendapatkan tanda pengenal Penegak Bantara, disebut dengan Penegak Tamu.

Satuan[sunting | sunting sumber]
Satuan terkecil Pramuka Penegak disebut Sangga yang idealnya terdiri dari 6 sampai 8 orang Penegak. Sangga dipimpin salah seorang Penegak yang disebut Pimpinan Sangga (Pinsa). Setiap 4 Sangga dihimpun dalam sebuah Ambalan. Ambalan dipimpin oleh seorang ketua yang disebut Pradana, seorang sekretaris yang disebut Kerani, seorang bendahara yang disebut Hartaka, dan seorang Pemangku Adat. Setiap Ambalan mempunyai nama yang bermacam-macam, bisa nama pahlawan, tokoh pewayangan dan lain sebagainya yang disesuaikan dengan karakter ambalan tersebut. Contohnya adalah nama Ambalan SMA Korpri Bekasi adalah “Arjuna” (Ambalan Putra) dan “Srikandi” (Ambalan Putri), selain itu juga ada ambalan yang putra dan putrinya jadi satu, misalnya Ambalan Soeringgit dengan pasukan intinya Korps Soeringgit 149.

Kode Kehormatan[sunting | sunting sumber]
Kode Kehormatan untuk Pramuka Penegak terdiri atas Satya (janji) dan Ketentuan Moral (Dharma)

Janji Pramuka Penegak disebut Satya Pramuka. Berikut bunyi Satya Pramuka Penegak:

Satya Pramuka
Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan negara kesatuan Republik Indonesia,Mengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup, ikut serta membangun masyarakat, serta menepati Darma Pramuka.
Ketentuan Moral Pramuka penegak disebut Darma Pramuka. Berikut isi Darma Pramuka Penegak:

DARMA PRAMUKA

Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Cinta alam dan kasih sayang kepada manusia
Patriot yang sopan dan ksatria
patuh dan suka bermusyawarah
rela menolong dan tabah
Rajin, trampil, dan gembira
Hemat, cermat, dan bersahaja
Disiplin, berani, dan setia
Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan
Kegiatan-kegiatan Penegak[sunting | sunting sumber]
Kegiatan Pramuka Penegak adalah perwujudan dari sumpah di atas. Berikut ini acara-acara pertemuan Penegak:

Lompat Tali (Kegiatan ini dilaksanakan di masing-masing Ambalan)
Pelantikan penegak, Penegak Bantara & Laksana
Gladian Pimpinan Sangga (DIANPINSA)
Raimuna (Rover Moot)
Perkemahan Wirakarya (Community Development Camp)
Perkemahan Bhakti (sama dengan Perkemahan Wirakarya tetapi merupakan acara Satuan Karya)
Jamboree On The Air (JOTA) dan Jamboree On The Internet (JOTI)

Lain-lain[sunting | sunting sumber]
Bentuk barisan upacara Pramuka penegak adalah Perlombaan dimana Pinsa berada disamping kanan barisan dan anggotanya berbaris seperti umumnya(berbanjar)
Pramuka Penegak selain aktif di Ambalannya masing-masing juga dapat bergabung dalam Satuan Karya Pramuka (Saka) semisal Saka Bhayangkara (diselenggarakan oleh Polri), Saka Wanabhakti (diselenggarakan oleh Perhutani) dan lainnya.
Galeri[sunting | sunting sumber]

Lencana Dewan Ambalan

Tanda Pemimpin Sangga Utama

Tanda Pemimpin Sangga

Tanda Wakil Pemimpin Sangga

Pakaian Seragam Harian Pramuka Penegak/Pandega Putri

Pakaian Seragam Harian Pramuka Penegak/Pandega Putri

 

1. Tutup Kepala:

a) dibuat dari kain laken/beludru, warna coklat tua.

b) berbentuk topi bulat.

c) lebar lidah topi ± 4 cm.

2. Baju:

a) dibuat dari bahan warna coklat muda.

b) lengan pendek.

c) model prinses di bagian depan dan belakang.

d) memakai lidah bahu selebar 3 cm.

e) kerah model kerah dasi.

f) dua saku dalam di bagian depan bawah kanan dan kiri mulai dari garis potongan prinses ke jahitan samping, dengan tinggi saku 14-15 cm.

g) tanpa ban pinggang.

h) panjang sampai garis pinggul, dikenakan di luar rok.

3. Rok:

a) dibuat dari bahan warna coklat tua.

b) bagian bawah melebar (model “A“).

c) dengan lipatan tertutup (splitplooi) di bagian belakang.

d) memakai saku dalam di samping kanan dan kiri.

e) panjang rok 10 cm di bawah lutut.

4. Setangan Leher:

a) dibuat dari bahan warna merah dan putih.

b) berbentuk segitiga sama kaki;

(1) sisi panjang 120-130 cm dengan sudut bawah 90º(panjang disesuaikan dengan tinggi badan pemakai sampai di pinggang).

(2) bahan dasar warna putih dengan lis warna merah selebar 5 cm.

c) setangan leher dilipat sedemikian rupa (lebar lipatan

± 5 cm) sehingga warna merah putih tampak dengan jelas, dan pemakaiannya tampak rapi.

d) dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher.

e) dikenakan di bawah kerah baju.

5. Kaos Kaki:

a) panjang kaos kaki sampai betis.

b) warna hitam.

6. Sepatu:

a) model tertutup.

b) warna hitam.

c) bertumit rendah.

7. Tanda Pengenal terdiri dari:

a) tanda topi dikenakan di topi bagian depan tengah.

b) papan nama dikenakan di baju bagian depan kanan atas.